Skip to main content

ACARA PERTAMA DI PON TV

sabtu kemarin 22 maret 2014 kali pertamanya, acara seni buda' Pontianak tampil di POnTv.

Bagaimana perasaannya ??? Senang ??? Ya . tentu saja, karena ini yang di tunggu tunggu.

Setelah ku lihat dari awal dan akhir acara, ternyata banyak sekali kesalahan yang harus aku perbaiki.
mulai dari cara bicara, bahasa, body language, kontrol diri. disaat seperti itu inginnya banyak dapat masukan dari teman-teman. Aku menanyakan ke temanku tanggapannya terhadap acara kami, banyak sekali masukan dari mereka, terima kasih atas segala masukannya teman2.

Dalam hati timbul rasa tak puas dengan penampilan yang sebelum-sebelumnya. Sudah 5 episode. aku merasa tidak ada perkembangan. Tiba2 semngat jadi hilang. Merasa bersalah karena belum bisa nampilkan yang terbaik.rasanya benar2 down. :(. dukungan dari teman-temanlah yang menguatkan. Tapi sebagus-bagusnya nasehat dari teman. kalo diri ini belum mau berubah ya gak bisa. kuncinya harus ada semngat juga dari dalam diri untuk berubah menjadi lebih baik. Aku pun mencoba untuk mencari bahan bacaan terkait presenter. Beberapa kalimat inilah yang ku dapat, yang bisa membuatku lebih bersemangat.

“Perjuangan saya meraihnya bisa dibilang tak mudah. Dahulu, saat baru menjadi presenter, saya sering dimarahi oleh Rosianna Silalahi karena sering salah baca atau ‘blank’ saat reportase live di depan kamera. Tapi, hal itu justru makin menantang saya untuk membuktikan diri,” ujar wanita yang fasih berbahasa Inggris, Prancis, dan Jerman ini.
......................................
 Menurut gue, the only way to move up is from the bottom,” papar News Talent Manager ini. “Dengan begitu, pemahaman dan wawasan si presenter akan lebih matang. Networking juga jadi terjaga”.
..................................................
 “Aku sebenarnya suka nggak pede berbicara di depan umum. Solusinya, aku selalu mulai dengan menarik napas panjang lalu membayangkan, sebenarnya aku bisa bicara dengan lancar dan fasih seperti presenter lainnya. Kan, mereka dulunya juga melewati tahap belajar, dari awalnya nggak bisa sampai akhirnya jadi bisa. Yang penting, harus terus menambah pengalaman, nih,” ujar cewek yang pengin banget jadi presenter acara jalan-jalan ini, dengan mantap.
 ..................................................
 "Pengalaman pertamaku jadi seorang presenter TV adalah sedikit grogi dan kikuk.  Meski pada awalnya aku pikir membacakan berita didepan kamera, meskipun on air, adalah mudah tapi ternyata kenyataannya tidak semudah itu. Aku lumayan percaya diri sebelum benar-benar tampil didepan kamera lantaran aku sudah cukup sering berbicara didepan banyak orang, dan itu sudah tidak lagi jadi masalah. Artinya aku sudah tidak grogi dan kikuk lagi. Aku sudah bisa lepas tanpa beban ketika berbicara didepan banyak orang. Berbicara didepan kamera, membacakan berita, ditambah acaranya on air, ternyata memang berbeda dibandingkan ketika berbicara didepan banyak orang. Padahal aku juga sudah berlatih sebelumnya didepan cermin layaknya pembaca berita profesional di TV. Namun saat sudah didepan kamera dan acara dimulai, sepertinya rangkain kata pembuka dan latihan yang sudah aku lakukan didepan cermin meleleh begitu saja. Aku jadi groki, kikuk, dan sedikit hilang konsentrasinya. Kata-kata yang sudah aku susun dan bahasa tubuh yang sudah aku pelajari seperti terhapus dari otakku. Ya begitulah orang kalau sudah dikuasai perasaan grogi, hehe. Semuanya jadi putih begitu saja. Karena baru pertama, jadi wajarlah masih grogi sedikit. ;-D"
 ..........................................................
"Menjadi pembawa acara atau presenter atau news anchor atau profesi public speaking lainnya memang cuma tentang masalah jam terbang. Semakin tinggi jam terbang, rasa percaya diri pasti akan semakin besar. Percaya diri yang semakin besar pasti akan mengurangi atau bahkan menghilangkan perasaan grogi dan kikuk. Percaya diri juga akan menimbulkan keberanian untuk mengeluarkan yang terbaik dan memberikan yang terbaik. Potensi terbesar kita pasti bisa keluar jika kita telah percaya pada diri sendiri. Percaya diri akan memaksimalkan potensi diri dan juga akan membentuk aktualisasi diri yang maksimal.  "
..........................................................

Itu tandanya aku harus banyak belajar, kesalahan itu harus segera diperbaiki, semua itu tentang pembiasaan diri, semakin sering berlatih akan semakin pandai, terus semngat untuk belajar jad presenter. ini kesempatan untuk belajar, manfaatkan sebaik2nya ayu.
jangan berlarut2 meratapi kesalahan yang telah diperbuat.
lebih baik, langsung bangkit dari kesalahan, belajar lebih giat lagi

PASTI BISAAAAA !!!!!!!!
U CAN DO THE BEST  
^-^ 

Comments

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...