Skip to main content

belum rejeki

tadi sore dapat sms dari adek tingkatku di prodi kimia,
"kak, IPK kakak brape. ade can ni kak????"
 "IPK kakak 3,72 dek. ade can ape ni???"
(bahase pontianak)

lama ku tunggu balasannya

"ade lomba ni kak. tapi katenye hari ni terakhir . kakak mau ikut ndak?"
"lomba ape dek??"
"lomba mahasiswa berprestasi kak, tapi katenye jam 12 ini terakhir, kamek nanya dosen kamek lok ye kak."
"oh...iyelah semoge bise ikut."

sembari menunggu balasan.
aku sms kemahasiswaan fakultas,
tapi balasannya ndak memberi lampu hijau buatku
"oh...kalo info itu bapak kurang tau yu, coba tanya langsung dengan pak narto"

pak narto adalah kepala bagian kemahasiswaan universitas kami
aku langsung menghubunginya, karena belum ada balsan juga dari adek tingkatku

jawabannya pun tak menunjukkan titik cerah buatku
"kalo info mahasiswa prestasi bapak ndak tau yu, ndak dapat informasinya. coba langsung tanya jak dengan dosen kimia. soalnye ndak ade surat pemberitauan ke bapak ni"
"makasih informasinya pak"

dreeeeeeeeeeeet.........dreeeeeeeeeeeeeet
1 new message

kuharap ada kabar baik dari adek tingkatku. langsung ku baca pesannya
"kak kate dosen kamek, pendaftarannye dah tutup, dosen kamek pun baru tau tadi, tapi anak kimia sempat ngirim berkasnye sih kak. "

pupus sudah harapanku..
beasiswa gak dapat karena gak tau infonya, kebetulan pas seleksi kemarin aku pulang kampung karena pas liburan
dan sekarang mawapres gak daftar karena telad dapat info juga

aku cuma bisa bilang, kita bisa merencanakan tapi Allahlah yang menentukan
Allah maha tau yang terbaik buat hambaNya
Semoga Allah menggantikan dengan yang terbaik buatku. La tahzan ayuuu :)




Comments

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...