Skip to main content

Yakin ini yang terbaik

Dari awal sempat timbul keraguan. Memang ada alasan yang sangat mendasar hingga keraguan itu muncul. semuanya sudah dijelaskan sebelumnya.Ini bukan tentang kemauan dalam belajar. aku menyukai hal baru, dan tidak masalah untukku mempelajari semua itu. Tapi, ini menyangkut dengan perintahNya yang sudah tidak ada tawar menawar didalamnya. Harus mempercayainya sepenuh hati dan menjalankan sebagaimana perintahNya. Hingga 12 minggu waktu dihabiskan untuk menjalankan amanah ini. Ku kira akan ada apresiasi. tidak berharap lebih. Yang ku mau hanya ucapan terima kasih. Tapi memang tidak ada. mungkin salah terlalu mengharapkan dari manusia. Harusnya cuma mengharapkan Ridho Allah. 

Keraguan itu juga yang menjadi sumber kritikan mereka, yang dari awal sudah ku jelaskan mengapa aku ragu untuk menjalankan amanah. Harusnya tidak di kritik lagi tentang itu. Jika memang ia benar-benar paham. Ia kan mengerti mengapa aku seperti itu. Tidak sedikit aku ragu untuk meninggalkannya. karena bagiku yang terpenting adalah ridhoNya. Walaupun menjadi seperti itu adalah cita-citaku. tapi aku yakin akan ada yang lebih baik dari itu. 

Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Ali 'Imran : 26,
'Katakanlah: 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'

 "Disaat yang diinginkan sudah sungguh sungguh diusahakan. Namun, tak sedikit pun usaha itu di hargai, yang didapat hanya kritikan. Tetaplah sabar. Tuhan telah menyiapkan yang terbaik. ketika satu kegagalan telah dilewati maka semakin dekatlah dengan kesuksesan"


Dan ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambaNya yang berusaha bertaqwa dan istiqomah berpegang teguh memperjuangkan prinsip keislamannya. Ingatlah firman Allah SWT dalam Q.S. Ali 'Imran : 195 

Dari sinilah aku banyak belajar, kesempatan untuk mengembangkan diri sangat terbuka lebar. Tapi ingat kita harus jeli dalam memilihnya. lagi-lagi kukatakan yang terpenting adalah RidhoNya .

23:34


Comments

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...