Skip to main content

Kehamilan yang ditunggu

Sebagian besar setiap pasangan yang sudah menikah ingin sekali mendapatkan keturunan. Begitupun aku dan suami.

Alhamdulillah Allah mudahkan jalannya. Allah titipkan amanah dalam rahimku tak lama setelah kami menikah. Saat itu aku aku mencoba testpack di tanggal 7 dan 8 maret


Kenapa 2kali tes? untuk lebih meyakinkan aja sih sebenarnya. Karena bulan lalu pernah tes h-1 sebelum jadwal haid. Kebetulan siklus haidku tepat 28 hari . Ternyata cuma garis satu padahal udah PD banget tu beli testpack yang harganya lumayan. Saking semangatnya. Tapi namanya belum rejeki mau merk apa juga tetap aja garis satu hasilnya.

Bulan selanjutnya aku tes lagi H+1 jadwal haidku. Kali ini beli onemed yang harganya sangat tjangkau 2rbuan. Eh malah garis 2. Jd besoknya beli lagi yang merk sensitif alhamdulillah hasilnya lebih jelas garis 2. Tapi ini mgk ada pengaruh juga dengan waktu aku melakukan tesnya.

Kalau yang pertama itu aku testpacknya pas siang hari saking ga sabarnya. Ad keliatan sih garisnya tapi ga begitu jelas. Jd keesokan harinya aku coba tes di pagi hari. Karena tinggi hormon Hcgnya. Alhamdulillah lebih jelas hasilnya. Oia Hcg itu kepanjangan dari Human chorionic Gonadotropin yang merupakan hormon peptida yang diproduksi tubuh saat masa hamil. kadar hormonnya tinggi itu saat pagi hari setelah bangun tidur. Makanya di bungkus2 testpack biasanya disarankan untuk mengetes kehamilan di pagi hari.

Sebenarnya tesnya bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu mengtes dengan urin dan dan darah. Tapi menurutku lebih simplenya pake urin krn alatnya bisa dibeli di apotek terdekat. Kalau dah garis 2 baru deh aku k dokter untuk mastiin lebih lanjut.

7minggu udah ga haid aku dan suami ke dokter. Saat itu masih didepok. Karena aku masih menyelesaikan studi s2ku. Berdasarkan rekomendasi teman2 yang kebetulan saat itu ad teman kelas yang hamil juga , aku disaranin buat periksa kehamilan di RS.mitra keluarga depok. Rata2 dokternya perempuan kalau disana dan memang itu yang ku inginkan. Hehe

Sebelum masuk k ruangan bb dan tbku diperiksa dulu sn perawatnya sambil menunggu antrian. Krn perginya agak awal dan dihari kerja jd ga lama juga nunggunya. Ga lama berselang namaku dipanggil.

Ini untuk pertama kalinya periksa kehamilan, ad perasaan campur aduk sih sebenarnya haru aja. Dah mau jadi ibu.hehe. setelah kami duduk ditanya2 ttg data pribadi dan haid terakhir. Setelah semuanya terisi. Dokternya langsung melakukan USG. Alhamdulillah hasil USGnya udah terlihat kantong kehamilannya. Dan yang menakjubkan banget buat aku dan suami , pas dengar detak jantung janin. MasyaAllah rasanya haru banget. Rasa pengen ngeluarin air mata saking harunya. Detik itu juga merasakan jatuh cinta yang begitu mendalam pd janin ini. 😘.

Setelah USG , kami duduk kembali dan mulai bkonsultasi dengan dokternya. Sempat sih nanya

👩‍💼"dok, kok saya hamilnya ga kayak orang2 yang mual muntah ya dok. Normal gak sih dok kayak gini?"
👩‍⚕️Dokternya malah jawab "emang mau ya kalau mual muntah gitu?"
👩‍💼"Enggak sih dok"
👩‍⚕️"Yaudah bagus kalau kamu ga mual muntah. Ga semua orang hamil itu mual muntah. Ada lo yang nanya gini, pas datang kesini lg bilangnya sering mual muntah".
👩‍💼"Aduh dok ga maulah kalau kayak gitu. Mdh2n ga mual muntah ya dok"

Setelah konsultasi k dokternya aku dan suami pun keluar ruangan untuk menyelesaikan administrasi dan dapat foto hasil USGnya. Ini fotonya

Senang sekali rasanya walaupun baru ngelihat kantongnya aja, tapi udah dengar detak jantungnya rasanya tenang berarti ia udah mulai tumbuh dalam rahimku

Sekian dulu ceritanya. Nanti lanjut lagi

~ibuhamilbahagia~

Alhamdulillah 


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...