Skip to main content

“Kasi ketan” Calon Pengantin sebagai Upaya Pencegahan Stunting

 

Stunting masih menjadi permasalahan prioritas di Indonesia saat ini. Menurut WHO, Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan rendah untuk usianya. Ini adalah hasil dari kekurangan gizi kronis atau berulang, biasanya terkait dengan kemiskinan, kesehatan dan nutrisi Ibu yang buruk, penyakit yang sering terjadi dan/atau pemberian makanan dan perawatan yang tidak tepat di awal kehidupan.

 
                                        sumber: https://rsudmangusada.badungkab.go.id/promosi/read/102/stunting
        Masalah stunting merupakan masalah gizi yang harus segera ditangani bersama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Menurut Kementrian Kesehatan, dampak Stunting terbagi menjadi 2 yaitu dampak jangka pendek  dan dampak jangka panjang. Adapun dampak jangka pendek yang dapat ditimbulkan antara lain hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran sedangkan dampak jangka panjang yang ditimbulkan meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis. Dilihat dari dampak tersebut, jika angka stunting ini belum dapat ditangani dapat berakibat angka kesakitan naik, kualitas generasi penerus menurun dan tentu akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan melalui Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, yakni angka stunting secara nasional menunjukkan perbaikan dengan turunnya tren sebesar 3,3 persen dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen 2021. Namun, angka tersebut masih jauh dari target RPJMN 2024 yaitu angka stunting sebanyak 14%. Adapun besaran angka yang harus diturunkan agar target tersebut bisa tercapai yaitu dengan menurunkan angka stunting sebesar 2,7% setiap tahunnya.

Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, Presiden membuat Peraturan Presiden (Perpres) no 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Dengan dikeluarkannya Perpres tersebut diharapkan percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, Pemerintah Desa, dan pemangku kepentingan. Menanggapi hal tersebut, BKKBN membuat Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang singkat dengan RAN PASTI. Di dalam RAN PASTI sudah berisikan panduan penanganan stunting khususnya untuk diterapkan oleh stakeholder di tingkat daerah yang sudah disesuaikan dengan konteks daerah masing-masing. Tujuannya yaitu agar aksi tersebut bisa segera diterapkan dan mempercepat penurunan angka stunting.

 Untuk mengatasi masalah stunting, diperlukan informasi tentang penyebab masalah gizi di Indonesia. Menurut studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021, determinan masalah gizi Indonesia yaitu diantaranya inisiasi menyusu dini, asi eksklusif, makanan beragam, penimbangan berat badan, pengukuran berat badan dan lain sebagainya.

Dilihat dari determinan tersebut, Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara edukasi kesehatan (kasi ketan) calon pengantin sebagai upaya pencegahan stunting. Edukasi kesehatan bertujuan untuk memberikan informasi kepada calon pengantin agar mengetahui dan memiliki kesadaran untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Salah satu tujuan dari pernikahan yaitu memperoleh keturunan. Menurut Fikawati, dkk (2017), pada konsepsi/pembuahan nantinya, anak akan mendapatkan bawaan genetik yang menentukan ukuran dan bentuk tubuh potensial yang dapat dicapai. Diterangkan lebih lanjut oleh Tanner dalam Fikawati dkk (2017) bahwa pertumbuhan manusia merupakan hasil interaksi antara faktor genetik/keturunan dengan lingkungan. Seseorang tidak dapat mencapai pertumbuhan yang ditentukan oleh bawaan genetiknya jika berada dalam lingkungan yang tidak adekuat bahkan walaupun genetiknya menentukan dia seharusnya berbadan tinggi. Oleh karena itu, dengan adanya edukasi kesehatan ini diharapkan calon pengantin yang nantinya akan menjadi orang tua mampu memberikan gizi terbaik, kasih sayang, pengasuhan, pendidikan, dan tempat tinggal serta lingkungan yang layak untuk anaknya kelak, Orang tua yang memahami hak anak dan kewajibannya sebagai orang tua akan memperkecil kemungkinan terjadinya stunting.

Adapun Informasi kesehatan calon pengantin yang dapat diberikan diantaranya memberikan informasi tentang pemeriksaan fisik calon pengantin, persiapan gizi, pentingnya imunisasi TT bagi calon pengantin perempuan. pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, dan menjaga kesehatan lingkungan.

1.    Pemeriksaan Fisik Calon Pengantin

Calon pengantin sebaiknya mengetahui tentang pemeriksaan apa saja yang diperlukan sebelum menikah. Tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah terdapat penyakit menular berbahaya yang mungkin diderita, jika memang ada maka kedua belah pihak (calon pengantin) dapat mendiskusikan solusi terbaik. Terdapat tujuh pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan sebelum menikah, yaitu (Susanti dan Adnani, 2022) :

·    Pemeriksaan darah.

Tujuan: Untuk mengetahui kesehatan secara umum dan mendeteksi kondisi anemia, leukimia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda sel darah tepi, tingkat hidrasi dan dehidrasi, dan polisitemia.

·    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

Tujuan: Untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya saat ibu hamil. Rhesus yang berbeda dapat menimbulkan bahaya pada janin, seperti anemia.

·     Pemeriksaan gula darah.

Tujuan: Untuk mencegah dan melakukan penanganan dini dari komplikasi diabetes saat hamil

·    Pemeriksaan urin

Tujuan: Untuk mendeteksi penyakit metabolik atau sistemik, gangguan ginjal, sedimen mikroskopis, dan makroskopik

·    Deteksi infeksi menular seksual

Melakukan uji VDRL atau RPR menggunakan sampel darah.

Tujuan: untuk mendeteksi bakteri penyakit sifilis, treponema pollidum, dan HIV.

·    Deteksi hepatitis B.

Tujuan: Untuk mencegah transmisi hepatitis B kepada pasangan melalui hubungan seksual.

·    Deteksi penyakit penyebab kelainan pada masa kehamilan. Untuk mendeteksi kuman yang mengganggu dan menginfeksi ibu saat hamil yang dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, dan kelainan janin

Dalam Perpres No 72 tahun 2021 dijelaskan bahwa pemeriksaan fisik calon pengantin dapat dilakukan 3 bulan sebelum menikah.

2.    Persiapan Gizi

Pengetahuan calon pengantin tentang gizi sangat diperlukan untuk mempersiapkan kehamilan, saat hamil, maupun setelah kehamilan. 

·    Gizi Prahamil 

     Adapun pengetahuan gizi yang perlu diketahui calon pengantin  seperti mengetahui indeks masa tubuh (IMT), konsumsi asam folat. Indeks masa tubuh (IMT) merupakan indikator untuk mengukur status gizi pada seseorang. IMT dapat dihitung sebagai berikut

                                          Sumber:https://rumus.co.id/rumus-imt-indeks-massa-tubuh/

     Ibu yang memiliki berat badan rendah atau berlebih maka peluang untuk hamil rendah, selain itu berat badan yang tidak ideal memiliki risiko selama kehamilan, melahirkan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR). Jika mengetahui berat badan yang tidak ideal maka dapat diupayakan dengan memperbaiki pola hidup yang lebih sehat. Mengonsumsi asam folat sebelum hamil untuk meningkatkan kesuburan dan mencegah bayi cacat bawaan lahir.

·    Gizi Ibu hamil

     Gizi ibu hamil memiliki peran penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Untuk memastikan perkembangan janin dan kenaikan berat badan sudah tercapai Ibu bisa melakukan pemeriksaan kehamilan/antinatal care (ANC) di fasilitas kesehatan. Saat kunjungan ANC nanti, Ibu akan diberikan edukasi seputar kehamilan, dan diberikan vitamin/suplemen untuk ibu hamil. Saat ibu hamil, sebaiknya meminum 90 tablet tambah darah selama kehamilan. Mengkonsumsi tablet tambah darah bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil.  Dampak anemia pada ibu hamil tidak hanya perdarahan pada ibu saat melahirkan tapi bisa menjadi faktor risiko bayi lahir prematur atau BBLR.

·    Gizi Ibu menyusui

      Pada saat menyusi gizi ibu lebih banyak dibutuhkan dibanding pada masa kehamilan. Hal ini karena ibu memproduksi ASI. Ibu diharapkan makanan makanan yang bergizi dan beragam agar gizi Ibu terpenuhi dan bisa memberikan ASI yang merupakan makanan terbaik untuk bayi.

·    Gizi bayi dan anak

     Masa 1000 hari pertama merupakan masa emas untuk tumbuh kembang anak. Pada masa tersebut, terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sebagai modal untuk dimasa mendatang. Gizi terbaik yang dapat diberikan yaitu dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, dan MPASI yang tepat. 

    Inisiasi menyusu dini dibutuhkan untuk membentuk kekebalan bayi dan memberikan kolostrum (ASI pertama) yang merupakan gizi terbaik untuk bayi dilanjutkan dengan pemberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan berguna untuk memenuhi gizi anak karena ASI adalah makanan terbaik yang sudah disesuaikan dengan kondisi anak tersebut. Pemberian ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Pada saat bayi berusia 6 bulan keatas, sudah mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pemberian MPASI harus mengandung gizi yang cukup untuk bayi dan anak dan beragam karena tidak ada satu jenis makanan pun yang mampu memenuhi semua unsur zat gizi yang dibutuhkan tubuh.  

    Untuk mengetahui pertumbuhan anak perlu dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lingkar kepala. Pengukuran tersebut sebaiknya dilakukan sebulan sekali dan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan. nantinya catatan pengukuran tersebut ditulis didalam buku KIA agar bisa terpantau pertumbuhan anak setiap bulannya dan jika terdapat permasalahan pada tumbuh kembang anak dapat segera ditangani. Selain itu, agar terbebas dari berbagai macam penyakit anak juga butuh imunisasi. Imunisasi bisa didapatkan di posyandu, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya

Persiapan gizi tidak hanya untuk calon pengantin perempuan yang mempersiapkan kehamilan, pihak laki-laki pun harus mengonsumsi vitamin yang mendukung untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Calon pengantin laki-laki yang nantinya akan menjadi suami juga harus mengetahui dengan betul mengenai gizi yang tepat untuk istrinya, jika sudah menikah maka ia bertanggung jawab dengan penuh atas pemenuhan gizi keluarganya.

3.    Imunisasi tetanus (TT)

Imunisasi TT bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang maksimal. Imunisasi TT, perlu dilakukan sebanyak sebanyak 5 dosis. Pemberian suntikan TT ini harus disesuaikan dengan ketentuan pemberian yang tepat untuk mencegah serta melindungi diri dari penyakit tetanus. Komitmen calon suami untuk mendukung pasangannya untuk tercapainya dosis tingkat tertinggi dari imunisasi TT sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan imunisasi TT sangat diperlukan agar tidak mengalami gangguan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas.

4.   Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi 

     Menjaga kesehatan organ reproduksi memang sudah seharusnya dilakukan seorang individu, baik yang hendak menikah maupun yang belum merencanakan pernikahan. Menjaga kesehatan organ reproduksi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, terutama organ reproduksi.

5.    Menjaga Kesehatan Lingkungan

     Lingkungan menjadi faktor penting bagi kesehatan. Dalam sebuah jurnal dijelaskan bahwa hygiene dan sanitasi buruk dapat menyebabkan gangguan inflamasi usus kecil yang mengurangi penyerapan zat gizi dan meningkatkan permeabilitas usus, terjadi pengalihan energi yang seharusnya untuk energi tapi digunakan untuk melawan infeksi dalam tubuh (Kemenkes, 2017). Oleh karena itu, dibutuhkan akses sumber air bersih, jamban sehat, membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, pengamanan limbah cair rumah tangga, dan lain sebagainya.

Edukasi kesehatan calon pengantin dapat disampaikan di Puskesmas, Rumah sakit, fasilitas kesehatan lainnya, dan tempat lain yang layak untuk menyampaikan informasi tersebut. Walaupun saat ini kita masih dihadapkan dengan adanya COVID19 tentunya tidak akan menghalangi calon pengantin untuk mendapatkan edukasi kesehatan. Informasi tentang kesehatan calon pengantin bisa diikuti secara virtual seperti webinar, kuliah whatsaap, IG live, layanan konsultasi online, seperti yang disediakan oleh BKKBN Jawa timur yaitu siapbahagia.com

Siap Bahagia merupakan layanan konsultasi online dan informasi seputar keluarga. Konsultasi di Siap Bahagia meliputi konsultasi remaja, konsultasi calon pengantin, konsultasi kesehatan reproduksi dan konsultasi  keluarga. Menariknya konsultasi ditangani langsung oleh tenaga professional di bidang Psikolog, Dokter dan Bidan sehingga tidak perlu khawatir dengan kesalahan informasi yang diberikan dan layanan konsultasi tidak dikenakan biaya.

Dengan perencanaan keluarga yang baik bagi calon pengantin akan memudahkan dalam mengambil tindakan apa yang harus dilakukan dan apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan.

Membekali calon pengantin dengan edukasi kesehatan sama seperti memberikan rambu untuk menyusuri jalan ke depan agar terbentuk keluarga yang sehat, berkualitas. produktif dan bebas stunting.

 BERENCANA ITU KEREN

INDONESIA BISA BEBAS STUNTING

 

Sumber:

Kemenkes. 2017. Stunting dalam kacamata kesehatan lingkungan. diunduh melalui http://stbm.kemkes.go.id/app/news/11651/stunting-dalam-kacamata-kesehatan-lingkungan

Kemenkes. 2022. Mengenal Stunting dan Gizi Buruk. Diunduh melalui https://promkes.kemkes.go.id/?p=8486 pada tanggal 24/06/2022

Fikawati, Sandra., Syafiq, Ahmad., Veratamala, Arinda. 2017. Gizi anak dan Remaja. Depok: PT Rajagrafindo Persada

Fikawati, Sandra., Syafiq,Ahmad., Veratamala, Arinda. 2017. Gizi Ibu dan Bayi. Depok: PT Rajagrafindo Persada

Sudikno, Irlina Raswanti Irawan. 2020. Mengawal Pencapaian Target Penurunan Stunting Dalam RPJMN 2024 di unduh dari https://hs.litbang.kemkes.go.id/dwn.php?file=BRIEFING%20KEBIJAKAN_rev(%20SSGBI_%20SUDIKNO).pdf pada tanggal 16/6/2022 

Susanti, Dewi., Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah. 2022. Buku saku Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin. Malang: CV Penulis Cerdas Indonesia

WHO. 2019. Malnutrition. Diunduh melalui https://www.who.int/health-topics/malnutrition#tab=tab_1 pada tanggal 24/06/2022

 

 Ditulis oleh:

Ayuning Aulia

Duta Mahasiswa Genre Kalbar 2012

instagram : ummi_birru  

 

Comments

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...