Sore itu, suamiku mengabarkan bahwa ia diterima di sebuah instansi. Perasaan senang, haru, menyelimuti aku dan suami saat itu. Kami pun segera menyiapkan barang barang untuk pindah ke tempat baru. Tak hanya menyiapkan barang saja, tapi kami juga harus siap untuk adaptasi dilingkungan baru, berinteraksi dengan orang orang baru nanti, dan semoga anakku cepat bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya
Januari 2021, pertama kali kami (aku, suami, dan anakku) tinggal di Kota Malang. Udaranya dingin, tumbuhan hijau masih banyak disekeliling kontrakan kami, tampak gunung-gunung mengililingi perumahan yang kami tempati, nyaman sekali tempat ini. Jika malam hari, tampak kerlap-kerlip lampu Kota Malang dari tempat tinggal kami karena perumahan ini lokasinya cukup tinggi. Bahagianya lagi, perumahan ini tak jauh dari kantor suamiku. Semoga bisa betah disini.
Hari-hari ku lalui bersama anakku, karena suamiku bekerja dari hari senin sampai jumat. Sabtu Minggu kami habiskan waktu bersama, bermain dengan anak, melakukan hal yang menyenangkan bersama. Saat pindah ke Malang, usia anakku 1 tahun. Ini merupakan periode emas baginya. Di kutip dari artikel BKKBN menerangkan bahwa pada masa periode emas terjadi perkembangan yang sangat cepat sel-sel otak dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Perkembangan otak ini hampir sempurna yaitu mencapai 80%, sehingga akan menentukan kualitas manusia dimasa depan.
Tidak ingin melewatkan masa masa tersebut, aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anakku, seperti mengajaknya bermain sambil belajar, memberikan gizi terbaik untuk anak, menyediakan lingkungan yang nyaman untuknya dan hal lain yang dapat menunjang tumbuh kembangnya. Hal ini sejalan dengan artikel BKKBN yang menerangkan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam memaksimalkan periode emas adalah asupan gizi, stimulasi, pola pengasuhan, dan perawatan kesehatan.
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Parenting
Proses parenting ini tak selalu berjalan lancar, terlebih saat itu angka covid-19 masih cukup tinggi, sehingga hampir semua aktifitas dilakukan dari rumah. Oleh karena parenting ini dilakukan setiap hari, dan harus dilakukan di dalam rumah terkadang bingung juga mau bermain apa bersama anak. Kondisi seperti ini, tentunya butuh banyak inspirasi agar bisa memilih permainan yang sesuai dengan kondisi anak, Bagi anak, aktifitas bermain merupakan proses belajar yang menyenangkan. Tantangan lainnya yaitu asupan gizi anak. Hampir seluruh Ibu yang memiliki anak mengalami fase dimana anak susah makan, yang membuat Ibu memutar otak untuk memberikan menu dan gizi terbaik anaknya. Pada kondisi seperti ini, tentunya Ibu butuh banyak referensi sehingga tidak kebingungan ketika anak tidak tertarik dengan makanan yang dibuat, dan menggantinya dengan makanan yang lain, karena gizi adalah bagian penting untuk tumbuh kembang anak. Kendala lain yang ku alami saat itu adalah harus bisa nerapi anak dirumah, karena Alhamdulillah kami dianugrahkan anak istimewa (Cerebral Palsy dan epilepsi) yang mengharuskan ia rutin terapi untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Sempat merasa kebingungan saat itu, karena kekhawatiran tidak bisa nerapi anak dengan tepat. Kekhawatiran ini muncul karena aku tidak memiliki informasi yang banyak tentang fisioterapi. Selain itu, kondisi anak kami yang epilepsi mengharuskan ia rutin minum obat dan kontrol obat setiap bulannya tapi dikarenakan kondisi pandemi, sehingga konsultasi pun dilakukan secara online.
Indihome menjadi solusi
Parenting merupakan proses penting untuk menunjang tumbuh kembang anak, karena masa emas anak tak kan bisa terulang. Parenting tidak bisa hanya bermodalkan “katanya”, karena saat ini banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat. Kita sebagai orang tua harus bisa mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel. Selain itu, ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembang pesat. Oleh karena itu, kesediaan belajar orang tua menjadi kunci agar bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak. Dalam proses belajar, tentu butuh fasilitas yang memadai. Salah satunya yaitu koneksi internet yang lancar. Sayangnya, ditempat tinggalku sinyal tidak bagus sehingga internetan pun tidak lancar. Hal ini mungkin karena perumahan yang kami tempati berada di dataran tinggi. Aku dan Suamiku mencoba mencari informasi untuk pemasangan internet. Akhirnya pilihan jatuh pada IndiHome yang merupakan bagian dari PT Telkom Indonesia.
Pertimbangan kami mengapa memilih IndiHome yaitu:
- Tersedia hingga pelosok Negeri
- Akses internet cepat, berkelas, dan cerdas untuk aktivitas tanpa batas
Saat membuka website IndiHome akan tampil kalimat "internet cepat, berkelas, dan cerdas untuk aktivitas tanpa batas". Kalimat yang tentunya menarik perhatian kami. Setelah kami baca ternyata jaringan yang digunakan yaitu fiber optik. Adapun keunggulan dari fiber optik yaitu mampu mengantarkan data dengan kapasitas besar dengan jarak transmisi yang sangat jauh, bebas dari gangguan sinyal elektromagnetik, sinyal radio, dan memiliki ketahanan yang cukup kuat. Jadi, walaupun cuaca sedang tidak baik, kita tetap bisa menikmati layanan internet yang cepat dan stabil.
- Menawarkan berbagai kecepatan layanan internet
Indihome menyediakan berbagai kecepatan layanan internet mulai dari 10 Mbps hingga 300 Mbps sehingga Pengguna bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.
- Bayar tagihan mudah
- Tanpa batas Kuota
- Kerusakan perangkat diganti secara gratis
Banyak kemudahan yang kurasakan setelah memasang IndiHome.
- Bisa update ilmu tentang parenting kapanpun tanpa khawatir internet yang tidak stabil.
- Bisa sharing tentang parenting
- Terkoneksi
Parenting merupakan tugas terpenting orang tua untuk menunjang tumbuh kembang anak
IndiHome hadir dengan layanan Internet yang lancar dan stabil menjadi jembatan kami untuk membuka cakrawala yang luas didunia parenting
IndiHome Hadir untuk memudahkan
IndiHome Hadir untuk kemajuan bangsa.
Referensi:
dokumen pribadi
www.indihome.ac.id
BKKBN, 2020. seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). diunduh dari http://sepang-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/600-Artikel-BKKBN---Seribu-Hari-Pertama-Kehidupan--1000-HPK-


Comments
Post a Comment