Indonesia
saat ini sedang bersiap untuk menghadapi bonus demografi. Bonus demografi adalah kondisi yang ditandai dengan jumlah
penduduk usia non produktif yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif
(15-64 tahun) sedikit, dengan angka rasio ketergantungan dibawah 50 sehingga
memungkinkan penduduk usia produktif untuk melakukan investasi dan
mengembangkan perekonomian masyarakat tersebut secara keseluruhan1. Upaya
yang dapat dilakukan untuk mendapatkan bonus demografi yaitu meningkatkan kualitas
sumber daya manusia secara maksimal. Salah satu diantaranya yaitu dengan
penyediaan lapangan pekerjaan.
Sensus
penduduk 2010 menyatakan bahwa total penduduk Kalimantan barat yang berjumlah 4.395.983
memiliki angkatan kerja sejumlah 2.000.147 jiwa dan yang belum terserap ke
lapangan pekerjaan sebanyak 101.620 orang2. Dalam hal ini perlu
adanya upaya yang dilakukan oleh Pemerintah daerah Kalimantan barat untuk
menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain
masalah ketenagakerjaan, hal lain yang menjadi perhatian penting terkait bonus
demografi yaitu tingkat fertilitas. Saat ini, Kalimantan Barat merupakan Provinsi
yang tingkat fertilitasnya tertinggi di Indonesia. Kabupaten di Kalimantan Barat
yang memiliki tingkat fertilitas tertinggi yaitu Kabupaten Sambas1. Jika
tingkat fertilitas terus mengalami peningkatan tanpa diimbangi dengan kualitas
sumber daya manusia maka daerah tersebut tidak dapat mencapai bonus demografi.
Hasil
proyeksi penduduk 2010-2035 yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada
2014 menunjukkan bahwa bonus demografi diperkirakan bakal berlangsung hingga
dua dekade mendatang. Mulai tahun 2012, rasio ketergantungan di bawah 50, yakni
49,6. Artinya, untuk setiap 100 penduduk usai produktif harus menanggung 50
penduduk usia tidak produktif. Angka beban tanggungan akan terus menurun hingga
puncak bonus demografi terjadi pada tahun 2025 hingga 2035. Saat itu, angka
beban tanggungan sekitar 47. Periode ini merupakan jendela peluang (window
of opportunity) yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk memfasilitasi
pertumbuhan ekonomi3.
Mengingat
tingkat fertilitas dan ketenagakerjaan menjadi hal penting dalam memepersiapkan
mencapai bonus demografi, harus ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi
masalah tersebut. Caranya yaitu dengan memperhatikan potensi daerah tersebut. Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat
merupakan salah satu sentra utama jeruk di Indonesia. Dengan luas tanam sekitar
12.000 ha, Sambas mampu memproduksi jeruk Siam Pontianak sekitar 120.000
ton per tahun2. Jumlah penduduk yang bermata pencaharian
pada agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas mencapai 23.826 orang atau sekitar
20% dari penduduk Kabupaten Sambas. Sedangkan yang benar-benar disebut petani
langsung ada sekitar 10.000 orang4.
Potensi
yang dimiliki kabupaten sambas ini bisa dijadikan sebagai solusi mengatasi
ketenagakerjaan. Caranya yaitu dengan
membuat pusat perkebunan jeruk Sambas. Seperti halnya Aloevera Center di Pontianak, upaya ini juga biasa diterapkan di Kabupaten
Sambas.
Ditinjau
dari aspek daya saing, Jeruk Kalbar dinilai cukup mampu bersaing. Jeruk Kalbar
seringkali dikenal karena keunggulan dari rasanya yang manis, kadar air dan
kandungan serat yang baik, serta ketebalan kulit yang tipis. Namun kurang mampu
bersaing dari tampilan kulit jeruk yang mulus, dimana seringkali dijumpai kulit
jeruk kalbar yang berbintik hitam dan goresan coklat. Jeruk Kalbar juga
menghadapi kendala dalam hal kesegaran buah terutama untuk bersaing di tingkat
nasional apalagi internasional5.
Pemerintah
diharapkan dapat menyediakan lahan kebun untuk masyarakat. Nantinya kebun ini
akan dikelola oleh masyarakat setempat dan menjadi tempat untuk kunjungan bagi
masyarakat dalam maupun luar kalimantan barat. Ini memungkinkan untuk meningkatkan
pendapat daerah Kabupaten Sambas. Selain itu, tempat ini juga bisa dijadikan
sebagai tempat penampung hasil jeruk yang sudah di panen oleh masyarakat
Kabupaten Sambas. Jeruk yang sudah ditampung ditempat ini bisa diolah sebagai
produk-produk olahan seperti sirup, keripik, jelly, coklat, produk kecantikan, dan
lain sebagainya. Pengolahan ini dapat dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Sambas.
Hal ini sangat bermanfaat dalam upaya penyerapan tenaga kerja dan dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sambas.
DAFTAR
PUSTAKA
1BKKBN. 2013. Profil pembangunan
kependudukan dan KB Kalimantan Barat
3http://indonesiana.tempo.co/read/37291/2015/03/01/kadirsst/memetik-manfaat-bonus-demografi
4http://agroborneo.net/pertanian/hortikultura/13-selamatkan-jeruk-sambas.html
.
.
Comments
Post a Comment