Skip to main content

Wawasan Potensi Daerah sebagai solusi ketenagakerjaan

Indonesia saat ini sedang menyiapkan diri untuk menyambut datangnya bonus demografi. Bonus demografi  adalah kondisi yang ditandai dengan jumlah penduduk usia non produktif yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif sedikit, sehingga memungkinkan penduduk usia produktif untuk melakukan investasi dan mengembangkan perekonomian masyarakat tersebut secara keseluruhan (BKKBN, 2013). Usia produktif yaitu 15-64 tahun. 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan penduduk. Dikatakan kaya karena Indonesia merupakan negara ke empat yang memiliki penduduk terbesar didunia. Banyaknya penduduk Indonesia tentunya akan memiliki dampak. Salah satu dampak kependudukan di Indonesia yaitu ketenagakerjaan. 

Hal yang sangat disayangkan ketika kuantitas penduduk Indonesia tidak berbanding lurus dengan kualitas. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ketagakerjaan yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Caranya yaitu dengan memiliki wawasan tentang potensi daerah.

Indonesia dikatakan sebagai “tongkat kayu menjadi tanaman”, itu menandakan Indonesia memiliki tanah yang subur. Kita dapat menekankan potensi perkebunan, pertanian dan lebih menitik beratkan keunggulan dari daerah masing masing sehingga dapat menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

Kalimat lain yang erat kaitannya dengan Indonesia adalah “Bhineka tunggal ika”. Walaupun berbeda beda tapi satu jua. Ini menandakan masyarakat dapat mengunggulkan kebudayaan masing-masing sebagai peluang untuk membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, Indonesia dikatakan sebagai “nenek moyangku seorang pelaut” ini pertanda bahwa Indonesia memiliki potensi dalam bidang kelautan.

Hal-hal seperti ini bisa dikenalkan sejak dini tentang potensi daerah masing-masing sehingga masyarakat tau bahwa ada peluang besar untuk membuka lapangan pekerjaan. Karena salah satu penyebabnya kurangnya upaya untuk membukan lapangan pekerjaan adalah ketidaktahuan tentang informasi. Oleh karena itu, hal ini dapat membantu masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan.  

DAFTAR PUSTAKA
BKKBN. 2013. Profil pembangunan kependudukan dan KB Kalimantan Barat

Comments

Popular posts from this blog

Wawancada

  1. pengenalan dan latar belakang Perkenalan Perkenalkan saya ayuning aulia berasal dari kab.sambas kalimantan barat dan istri dari mafrur udhif Setelah menikah saya ikut suami tinggal tempat kelahirannya mojokerto, jawa timur. Kami memiliki 2 orang anak yaitu 1. Alm Muhammad albirru ghinandra 2. Muhammad ghazwan abrisam Keseharian saya menjadi ibu rumah tangga, kebetulan anak pertama kami berkebutuhan khusus jadi full time menjaga anak anak.  Saya mempunyai latar belakang kesehatan dan suami latar belakang pendidikan. Setelah menikah kami sama sama mempunyai harapan besar untuk keluarga yang kami bangun, berupaya untuk menerapkan ilmu yang sudah kami dapat. Kehadiran anak menjadi anugrah Setahun menikah alhamdulillah kami dianugerahkan anak pertama, pada saat kehamilan semua berjalan lancar ternyata tantangannya pada saat melahirkan.  Anak kami asfiksia. Tidak menangis pada saat lahir, krn kondisi tersebut anak kami mengalami kejang selama 10 hari Di NICU. Kami harus bo...

Bersama MyRepublic, mencari uang tambahan hanya dalam genggaman tangan

Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan dengan adanya kenaikan harga minyak goreng hingga 20.000-30.000 per kg, disusul pula dengan harga cabai yang melonjak naik, begitu pula dengan harga bawang merah, tomat. Dampak mahalnya bahan pokok salah satunya yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini juga berdampak pada Ibu rumah tangga, karena harus bijak dalam mengatur keuangan keluarga agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Dikondisi seperti ini pasti ada keinginan  untuk mencari uang tambahan agar kebutuhan kita bisa terpenuhi. Namun terkadang sebagai Ibu banyak pertimbangan untuk bekerja diluar rumah, misalkan kondisi anak yang masih kecil, mencari pengasuh anak yang cukup sulit, kekhawatiran kondisi anak jika dijaga oleh orang lain, biaya penitipan anak yang lumayan tinggi. Akhirnya ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Dalam dua tahun belakangan, kita sudah mulai dibiasakan dengan kondisi pandemi, aktifitas yang semula banyak dilakukan diluar rumah beralih menjadi aktifitas...

Anakku harapanku

Aku setiap harinya membayangkan anakku sehat dan berkembang sesuai usianya. Walaupun kenyataannya iya harus selalu diterapi karena spastiknya. Tapi aku selalu yakin iya akan baik baik saja Setiapharinya selalu ku selipkan doa untuknya . Doa untuknya yang selalu kukedepankan. Aku sangat yakin Allah maha baik. Sampai detik ini pun bisa memeluknya itu karena Allah mahabaik memberikan kesempatan itu padaku Menatapnya sewaktu ia tidur serasa ada harapan besar didepan sana sang bisa diraih dengan kesabaran.  Allah mengujiku, menguji kami sebagai orang tua. Apakah sudah benar benar siap sebagai orang tua. Tak jarang aku rapuh. Suamiku menguatkan. Begitu pun sebaliknya. Orang sekitar kami pun turut menguatkan. Dari situ pun aku menyadari begitu banyak cinta kasih yang tampak, dan terpancar setelah kedatangannya. Semoga cinta kasih itu juga tertanam pada dirinya dan selalu melakukan kebaikan seperti yang tersemat pada namanya "albirru" Biruku harapanku Penguatku Hari harimu...